uncategorized

Gara-gara lagu lama

Capture

Gara-gara sedang kerja lalu dengar lagu lama. Jadi otomatis meremin mata dan ngehirup-ngehela nafas panjang. Lalu buka blank page momentum di atas.

  • Bagian jam. Iya bener jam segitu, tapi good evening. Alias lewat tengah malam. Bukan bangun malam buka laptop setelah sholat malam. Bukan.
  • Todo-listnya. 2 to-do list yang kelihatan compact, but not even near at that point. For real. Beneran. Jadi jam segini ngerjain apa, ngerjakan hal yang oot-urgent-burdening-dan memakan tenaga. Tapi bukan dua hal dalam to-do list itu.
  • Quote momentumnya. Artikel terakhir yang kubaca tentang Intuiting Introvert-Intuiting Wife, perfectly reflected di quote ini. Kok bisa.
  • Foto background Abu Dhabi. Kayaknya foto pertama yang kudapat dari momentum yang berasa shooting inside pasan lagi ngehela nafas panjang tadi. Lainnya kayak wow, tapi kurang on point gitu sama perasaan. Jadi pingin berenang besok.

Dan finally the main question, is my question as well. Jadi mau fokus apa Naaa. Nyanyi-nyanyi – berbaper baper ngeresepin peran istri – berangan nyelesaiin tesis – ngerjain hal kompleks lain yang oot (without mentioning hal-hal gak jelas lain yang jadi penyela prioritas, semisal, update asian games tiap 2-3 jam).

 

Loudly Crying Face

Advertisements
Standard
uncategorized

Kangen bau mesjid ini

karpet masjid al mustaqim

Judulnya gitu, tapi sebenarnya dorongan jadi pingin nulis ini karena keinget ada memori tentang suami di sini hehe.

Jadi belakangan ini sempat kesini lagi untuk sholat dzuhur dan maghrib, setelah mungkin hampir satu tahun nggak kesini. Inget banget semasa masih kerja di sekitar sini, dzuhur selalu jadi waktu pelarian buat ngilangin stress. Sholat, berdoa, selonjoran kaki, ngerenungin macem-macem, dan kadang ngobrol juga sama mbak-mbak temen kantor.  Kalau sholat maghrib di sini lebih keinget tentang rasa gaenaknya sih haha. Jalan ke masjid sambil lihat langit yang udah gelap, jalan dengan badan yang udah lemes rasanya gerah dan gontai banget. Tapi masih sholat maghrib di mesjid ini berarti jam segitu dulu biasanya masih di kantor, masih ada kerjaan yang belum selesai.

Tapi sebenarnya kadang sengaja juga maksain buat tetep sholat di sini walaupun udah bisa ninggal kantor. Sengaja karena tahu calon suamiku (dulu) biasa sholat di masjid ini, yang dekat sama kosannya. Karena mungkin aja dia udah pulang dari berbagai aktivitas part-time-an-nya dan sholat di masjid ini. Karena mungkin aja aku jadi bisa ngeliat dia, yang dengan wajah capek dan baju kusut khasnya di sore hari, masuk ke masjid dari pintu samping masjid. Kayak gitu termasuk momen bahagia tersendiri buatku :” Yang walaupun setelahnya aku cerita pun, dia ternyata nggak ngeh dan jadi pengen ketemu ulang biar sama-sama ngeh kalau lagi ketemu :p

Suamiku, nggak kerasa ya sudah setahun..semoga Allah terus berikan kekuatan kesabaran kebahagian keberkahan buat keluarga kita  ❤ Aamiin..

Standard

530714

rumah -10 Maret 2017-

uncategorized
Image
uncategorized

Hujan

screenshot-from-2017-02-12-21-55-22

Hujan seharian ini, di sini dan di sana, di hatiku.. dan mungkin juga di hatinya. Yang seperti ini biasa terjadi, toh aku tetap tidak terbiasa dengan rasa tak enaknya. Yang seperti ini akankah tertahankan, atau kah akan jadi pemertahan yang sedang diperjuangkan. Ah selalu saja seperti ini. Rasakan ulang rasakan lebih dalam, maaf ya.. Waktu yang sekarang, akan kugunakan untuk mensyukuri keberadaanmu. Saat seperti ini, tanpa adanya hal ini, maka kadang aku bahkan tak memikirkan hadiah akan keberadaanmu, hadiah akan ketenanganmu dalam menyikapi hal yang tak kau sukai. Aku tau..tapi semakin hari aku memilih untuk menunggu saja. Toh hujan adalah suatu berkah Allah. Pun begitu juga ada masanya, dan hujan pasti berlalu. Hasbunallah wa ni’mal wakiil..

Standard
uncategorized

See what, tempat membangun mimpi baru :”

photo1114577334124521417

Time does fly fast :”  Semakin hari bagai perjalanan menyamakan resonansi. Semakin baik, dan berharap terus membaik demi mimpi kan? Mimpi siapa? Ya mimpi kami, mimpi kita semua, ketika iman tak bergetar masih pada tempatnya. Tapi, like I am a human too. I mean, a lost human, not hoping for a long period though. Hanya kadangkala, aku pun sedikit mencelupkan diri dalam mimpi keduniaan. Jadi.. di meja ini, kadang senyum kecil teruntai juga. Atau bahkan rasa takjub tak bisa kuhindari. Menemukan bacaan, menemukan diskusi, menemukan kesibukan di dunia penelitian. Ya.. I am totally aware of my own ability. But still, everyone own their own dream :” So secretly, and hope growingly, I am fond to this research world and still hope for a more fruitful count as my amal :’)

Standard
uncategorized

I once loved painting

darussalam-publishers-distributors-an-amazing-aerial-view-of-masjid-al-haram-and-part-of-makkah-city

Dahulu kala, aku pernah menggambar aerial perspektif. Menggambar sebuah truk pengangkut kayu yang berjalan di jalanan berpasir coklat yang dikelilingi pepohonan. Gambar yang diperuntukan memenuhi tugas pelajaran seni rupa di sekolah. Cukup baik dan bahkan mendapat nilai terbaik di kelas. Saat itu aku bahkan belum tahu apakah ini hobi ataukah kemampuan ataukah apa. Aku ingat dalam proses pembuatannya, guruku melihatku membentuk roda truk dan bayangannya, dia bilang “tertarik kuliah di jurusan desain grafis?” kira-kira seperti itu yang kubalas dengan senyuman saja. Dan waktu lama berlalu kurasa sudah lima tahun ya, Pak.. Aku sampai lupa aku pernah punya dunia ini. Ketika aku akan sangat bersemangat mengerjakan tugas menggambar dengan tenggat dua minggu ketimbang belajar untuk ujian besok. Dan ketika aku belum mengenal baitullah, belum memahatkan rindu sedikitpun padanya.

This weekend to do list: 1. to draw above picture 2. to crochet a gift for her

Semangat yosh!

gambar: An amazing aerial view of Masjid Al-Haram and part of Makkah city. sumber: darussalam publishers & distributors
Standard
uncategorized

Sebulan setelah pembersihan pertama

Lewat tengah malam.. dan salahnya adalah kadang dengan alasan tak sempat maka niat pun tak terujud tanpa usaha. Akhirnya ku hapus juga semua foto di media sosialku yang lain dengan rasa, sudahlah mau dijaga juga untuk siapa. Mau dipertahankan juga biar apa. Semua ini yang tercatat atas namaku akan dihitung pada akhirnya. Jangan dikira peradaban maya yang dengan gegap gempitanya seolah dibuat oleh manusia ini, lepas dari perhitungan.

Bismillah.. Dan perasaan lega pun terasa juga akhirnya. Melepaskan apa-apa yang dilihat mahluk itu melegakan ternyata. Ditambah setelah satu bulan aku mengusahakannya, hasil pencarian sudah mulai sesuai dengan apa yang telah kuusahakan. Leganya… 🙂 Semoga apa yang kulakukan ini menjadi pematik sebuah kebaikan dan kebaikan lain di masa mendatang..

Standard