keluarga, resep

Camilan Pisang Aroma

Aku dan suami tiap harinya biasa kerja di depan laptop sampai malam dan hampir selalu butuh asupan cemilan. Paling sering beli di indomaret jajan kemasan atau  beli jajanan yang semisal roti bakar, pisang keju dsb. Tapi sering juga, misal lagi nggak kecapekan dan bahan ready stock, bikin camilan sederhana yang bisa dibuat kilat malem itu juga, kayak gorengan, cilok, pisang aroma dsb. Resep yang agak lebih berat pernah juga sebenernya, resep yang butuh alat lebih misal donat atau kue kering, biasanya dieksekusi weekend dan suami harus berkontribusi hahaha

Sejujurnya waktu bikin pisang aroma pertama kali nggak berusaha nyari resep yang benernya dulu, tapi ternyata hasil rasanya udah mirip. Jadi sharing resep kali ini misal ada yang beda atau kurang dari resep pisang aroma pada umumnya yaudah lah ya hehe

Bahan dan cara  kulit pisang aroma:

  • tepung terigu  (80 gr / 10 sdm)
  • garam (2 sdt, aku lebih suka kulit yang agak asin untuk balancing manisnya pisang)
  • bubuk vanili  (1 sdt)
  • air
  • minyak goreng untuk oles teflon, kuas silikon

Campur semua bahan sampai jadi adonan cair tapi nggak terlalu encer. Oleskan adonan  dengan kuas ke seluruh permukaan teflon. Teflon terlebih dahulu sudah dioles minyak goreng, oles lagi setelah 2/3 kali pembuatan kulit. Panaskan teflon dengan api kecil, tunggu 15-25 detik lalu angkat kulit. Jangan sampai kulit terlalu kering, karena akan mudah retak dan sulit digulung. Ketika menumpuk kulit yang sudah jadi bisa ditaburi tepung (beras/terigu) supaya tidak lengket antar kulitnya. Cara ini bisa jadi sekitar 15-20 kulit pisang aroma.

Bahan dan cara  pisang aroma:

  • pisang raja (atau jenis lain yang lumer dan manis ketika digoreng)
  • gula pasir, gula jawa
  • DCC/coklat batang yang sudah dipotong-potong kecil

Potong satu buah pisang menjadi 6 bagian (atau sesuai selera). Ambil 1 lembar kulit pisang aroma, taburi gula, letakkan potongan pisang di atas gula, taburi lagi gula di atas pisang, tambah coklat, dan gulung kulit sampai menutup. Goreng dan pisang aroma siap diangkat ketika warna sudah kecoklatan (jangan sampai gosong).

Advertisements
Standard
life lesson

Mengusahakan

Tentang melakukan yang terbaik, menjaga hak-hak orang di sekitar kita. Kadang kita terlalu fokus pada anggapan orang lain. Selalu merasa bersalah, padahal sudah mengusahakan yang terbaik. Insecure, pada penilaian orang. Lalai, tidak terasa mengorbankan kesehatan kita sendiri demi melegakan banyak pihak. Karena definisi baik setiap orang berbeda. Mungkin tak akan pernah bisa terpenuhi, karena tingkatan rasa syukur tiap orang juga berbeda.

Memikirkan orang lain itu baik. Usahakan yang terbaik sesuai kondisi saat ini, tapi pikiran, berpikirlah sebisanya dan sekuatnya saja. Jangan dipaksakan, sampai menggerogoti kesehatan. 

Ibuk,
kurang lebihnya.

Kesehatan nalar, kesehatan jiwa, kesehatan akan adanya rasa peduli. I will just take it for granted, for the sake of me, myself. 

Standard
keluarga, resep

Bekal Ala Bento Jepang

Bismillah.. sepertinya bakal rutin nulis pos tentang resep gini, itung-itung biar nggak lupa dan siapa tau bermanfaat hehe

WhatsApp Image 2019-02-07 at 10.44.14 AM
nasi kornet bon cabe, telur gulung jamur, rebusan brokoli, ayam goreng tepung

Nasi kornet bon cabe

Bagian yang rasanya paling mirip sama bento-bento Jepang yang asli, dibentuk-bentuk biar lucu. Bahannya: nasi anget – kornet yang udah ditumis margarin bentar – bon cabe. Caranya: campur semua bahan lalu bentuk jadi bola-bola dan taburin lagi bon cabe (kalau suka pedes)

Telur gulung jamur

Bahan: telur ayam yang udah dikocok kasih garam sedikit – jamur kuping yang udah direndem air panas dan diiris tipis2. Caranya: oles teflon dengan margarin sedikit. Tuang sebagian telur ke teflon lalu tabur sebagian jamur kuping. Tunggu agak matang, lalu gulung. Ulangi lagi, tuang telur (di area teflon yg masih kosong, nempel ke telur gulung yg udah matang) –> jamur –> gulung. Sampai semua bahan habis. Setelah matang lalu potong-potong melintang. Kalau bingung mungkin bisa lihat video ini hehe tutorial: telur gulung ala Jepang

Ayam goreng tepung

Bahan: ayam yang udah dimarinasi garam dan saus tiram – telur dikocok – tepung bumbu (kalau bikin sendiri –> tepung terigu:tepung tapioka:tepung maizena 3:1:1 + garam + lada + kaldu bubuk). Caranya: celupkan ayam ke telur yang sudah dikocok. Angkat lalu gulungkan ke tepung bumbu. Angkat celupkan ke telur lagi. Terakhir lumuri dengan tepung bumbu lagi, dan goreng (minyak agak banyak, sampai ayam tercelup). Aku prefer goreng dengan api kecil tapi agak lama supaya daging ayam matang tapi kulitnya nggak gosong.

Rebusan brokoli 

Atau bisa diganti sembarang sayur, sawi putih/pokcoy/bayam terseraah. Aku terbilang suka sayur dan kerasa agak gimana kalau menu makan nggak pakai sayur. Jadi ketika menu lauknya agak njlimet diakalin pakai rebusan sayur. Cepet dan enak *menurutku 😆
Bahan: bawang putih geprek – garam. Caranya: didihkan air + bawang putih + garam, lalu rebus sayur, sebentar aja. Siap dihidangkaan 😀

Standard
keluarga, resep

Bekal Ayam Saus Mentega 101

Ketika jam makan siang dan sadar hari ini udah hari terakhir di bulan Januari. Tahun lalu berniat nulis sesuatu yang teknis di akhir tahun tapi sampai sekarang belum kesampaian juga. Lalu berubah pingin nulis cerita pengalaman yang agak berbobot tapi terlalu malas karena pasti bakal panjang. Sampai suami beberapa kali nyodorin buku, maksa supaya udah biar cepet aku ngeblog ngebahas buku aja. Akhirnya demi menyelamatkan awal tahun supaya tetep nulis, mungkin aku mau share menu bekalku dan suami hari ini aja :mrgreen:

Untuk pertama kalinya nulis tema resep, bikin judulnya aja gitu banget wkwk. Tapi jujur gara-gara nulis ini, sekian lama nikah baru ini rasanya kerasa jadi ibu-ibu  ._.

WhatsApp Image 2019-01-31 at 1.54.27 PM

bekal makan siang hari ini: ayam saus *margarin, rebusan sayur, ayam goreng tepung

Bahan:

  • ayam ( 1/4 kg, potong jangan terlalu besar)
  • mentega (3 sdm, *kuganti margarin blueband karena ndakpunya mentega hehehe)
  • bawang bombay (1/2 butir, iris tipis)
  • bawang putih (3 siung, cincang)
  • daun bawang
  • saus tiram, kecap, saus tomat
  • gula, garam, lada/merica bubuk

Step-step:

  1. Ayam, lumurin dengan saus tiram, masukkan ke kulkas semalam/beberapa jam
  2. Mentega/margarin, panasin di wajan sampai leleh lalu masukkan ayam. Masak dengan api kecil tunggu sampai ayam matang. Kalau aku sekitar 1/2 jam biar matang beneran. Ayam potong takut masih ada bau-bau aneh kalau kurang matang ._.
  3. Bawang bombay dan bawang putih, tumis bareng ayam sebentar
  4. Buat campuran saus di mangkuk kecil : saus tiram, saus tomat, kecap, gula, garam, lada, air. Masukkan campuran saus, aduk dan tunggu sampai bumbu meresap ke ayam, sekitar 10 menit sampai air menyusut. Icip dan koreksi rasa
  5. Tambah irisan daun bawang, siaap dihidangkan :3

Sebenernya semenjak pindah rumah ke Klaten bareng orang tua aku jadi lumayan jarang masak. Setiap bangun pagi sarapan udah siap, kalau pulang dari kampus juga makan malem udah ada. Bersyukuur banget. Tapi kadang kangen gitu sama masakan sendiri, suami juga kangen katanya hahaha (nggaktau sih gombal enggak -_-) . Sedihnya masakanku beda tipe banget sama masakan Ibuk, jadi kalau aku tiba-tiba masakin sesuatu itu jarang banget berhasil seselera sama lidah orang tua di rumah. Jadilah tiap mau masak harus pengumuman dulu dan rundingan menu masakan yang bener-bener semuanya doyan.

Kecuali bekal makan siang. Karena bekal makan siang dimakan-nya di luar rumah, dan yang bawa suamiku aja (aku juga kadang-kadang), jadi rasanya aku paling sering bisa masak sendiri ketika nyiapin bekal makan siang gini. Porsinya bisa dipas buat berdua aja jadi nggak nyisa. Terus juga nggak berasa nyuekin masakan Ibuk, sarapan tetep makan masakan Ibuk hehehe 😆

Standard
buku

Baca Buku dari Google Play Books

Pagi ini mau cerita tentang ke-baru-tahu-an-ku pada Google Play Books, aplikasi bawaan Google, bagi yang handphonenya android, yang warna biru segitiga ada gambar bukunya. Yang selama ini selalu aku disable karena menuh-menuhin memori hp 😆

2018googleplaybooks

google play books

Jadi ceritanya waktu itu aku lagi ngikutin vlog seseorang tentang kebiasaan produktif gitu, dan disitu dia bilang salah satu cara mengisi waktu yang sekaligus merefresh otak akan pengetahuan baru adalah dengan rutin membaca buku (kalau dia prefer mendengarkan, kayaknya memang ada e-book di luar yang sekaligus ngasih audionya gitu).

Lalu, iseng langsunglah aku cari buku di playstore, dulu banget kayaknya pernah lihat ada yang jual e-book gitu. Terus aku coba cari salah satu buku Pramoedya, karena aku lumayan familiar, terus ternyata ada sampelnya gitu, jadi kira-kira kita dikasih 70an halaman yang bisa dibaca gratis. Penampakannya seperti ini.

0

e-book di google play store

Dan demi apapun aku baru tau kalau yang dimaksud e-book dari buku ini bukan file berekstensi .pdf seperti file-file paper 😆 Jadi si aplikasi Google Play Books inilah yang digunakan untuk membuka e-book yang kita beli dari play store. Jadilah ada beberapa fitur yang bikin sensasinya kayak baca buku beneran. Seperti swap pages yang kayak ada efek ngebalik lembaran buku, bookmark untuk pengganti pembatas buku, terus ada highlight warna-warni pengganti stabilo (walaupun kalau ini buku beneran kayaknya gak mungkin aku mau stabiloin), terus ada juga night mode yang ngerubah warna background jadi kekuningan kalau jam sudah menunjukkan waktu malam hari. Dan di akhir halaman sampel, tibalah kita diiming-imingin buat beli bukunya kalau mau lanjut baca haha.

2018googleplaybooksSample

fitur bookmark, highlight, dan halaman akhir sampel

Setelah selesai baca sampel dengan cepat, sempat galau sekitar seminggu, akhirnya atas support suamiku aku beli juga buku Pramoedya ini, yang judulnya Bumi Manusia. Pertimbanganku untuk beli e-book perdanaku ini ada beberapa:

  • harganya jauh lebih murah ketimbang buku asli, buku asli 2x lipat gitu
  • repot bawa buku tebel, karena mobilitas Klaten-Jogja hampir tiap hari
  • kecil kemungkinan ketinggalan di rumah, jadi nggak kagol keputus ceritanya
  • nggak suka diliatin orang lagi baca buku, lebih secure diliatin mainan hp hahaha…
  • bisa lanjutin baca ketika nunggu, ketimbang scroll2 timeline gak jelas

Dan pagi ini…jengjengjeng..akhirnya aku dibeliin suamiku buku ini. Belinya pakai semacam e-money nya google buat beli-beli di playstore, apa ya namanya, bisa beli di indomaret juga ada macem-macem pilihan harganya. Nah kebetulan pagi ini kami nggak beli di indomaret tapi pilih pakai gopay, karena ada cashback yang lumayan bisa buat go ride suami ke kantor hehe. Step-stepnya beli buku nya kira-kira di gambar ini:

2018googleplaybooksBuy

input kode e-money nya google play store yg udah dibeli pakai go-pay, saldo bertambah, beli e-booknya, e-book sudah tersimpan di library google Play Books yeay!

Standard
keluarga, life lesson

Maukah Kau Mengantarkanku?

Dwi.. terimakasih pengingatnya..

Teruntuk suamiku teman hidupku, saudara, karib kerabat, sahabat, kawan, atau siapapun saudaraku dalam pertalian iman.

Adakah kau mengenalku?
Bolehkan aku meminta tolong padamu?

Pernahkah aku melukaimu?
Sudikah kiranya kau memaafkanku?

Masihkan aku berhutang padamu?
Sudikah kau memberitahuku agar ku bersegera melunasinya?

Lalu, bila waktu senjaku tiba
Maukah kau mendo’akan (kebaikan untuk)ku?
Turut berdiri shalat di depan jasadku saat terbujur kaku nanti…
Memohonkan ampunan kepada Rabb untukku…

Maukah kau mengantarkanku?
Ke peristirahatan terakhirku nanti…
Turut mengiringi jasadku kembali ke asalnya (tanah)
Memohon kepada Rabb agar menerima (kepulangan)ku….

A Precious Life Footprint

Bismillaah…

Draft tulisan ini sebenarnya sudah ada sejak beberapa waktu lalu. Ketika diri ini larut dalam kenangan indah bernama ukhuwah. Indah sekali ukhuwah itu, tapi sebenarnya apa yang diharapkan dari terjalinnya sebuah ikatan yang disebut sebagai ikatan terkuat melebihi ikatan darah ini?

Saat larut itu, sungguh amat berharap diri ini untuk terus dipersatukan dengan mereka. Dipertautkan hati karena iman. Hingga kelak dipertemukan lagi di jannah-Nya tersebab ikatan cinta karena Allah. Atas pertanyaan itu, ada satu keinginan hati yang begitu kuat yang muncul saat itu. Mulailah dibuat draft tulisan untuk mengungkapkan keinginan itu, tapi saat itu rasanya segan dan masih enggan mem-posting-nya.

Belum lama ini, diri ini mendapat kabar duka dari seorang yang hanya sekadar tahu nama dan yang mana. Mengingatkan diri bahwa benar: sebaik-baik nasihat adalah kematian. Mengingatkan diri bahwa orang yang paling cerdas adalah mereka yang mengingat mati dan mempersiapkannya. Adakah itu sudah teramalkan oleh diri?…

View original post 167 more words

Standard