10 Karakteristik Thufuliyah (kanak-kanak)

Semua tulisan dalam artikel ini diambil dari Transkrip Audio Pembahasan Kitab Mendidik Anak Sesuai Sunnah Nabi oleh Radio Muslim JogjaFile pdf transkrip bisa diunduh langsung di situs radiomuslim, khususnya untuk artikel ini pada link unduh Bagian 1.

Pembagian usia anak secara umum, beberapa fase berdasarkan perincian usia manusia yang lebih lengkap oleh Al-Hafidz Ibnu Hajar Al Asqalani:

  1. Thufuliyah shugro (kanak-kanak kecil) : 0-2 tahun
  2. Thufuliyah kubro (kanak-kanak besar) : 2-7 tahun
  3. Mumayyiz : 7-10 tahun
  4. Hazawwar : 10-14 tahun (atau sampai baligh)

Pembagian di atas, batasan umur tiap kelompoknya bisa saja tidak mutlak, karena perbedaan perkembangan anak yang satu dan yang lain. Kita tidak wajib menghafal fase-fase tersebut. Hanya saja kita sebagai orang tua wajib tahu dan faham, bahwa tiap usia ini ada ciri dan karakteristik unik. Hal ini sebagai pedoman kita dalam cara mendidik dan berperilaku di tiap fase. Tidak memaksakan, tidak terlalu cepat atau terlalu lambat.

Beberapa karakteristik thufuliyah, oleh Syaikh Ahmad bin Nasir Ath-Thayyar di dalam bukunya Kaifa Turobbi Abna’aka:

    1. Aktif bergerak dan susah diam
    2. Peniru/pencontoh yang ulung. Indra yang dikaruniakan Allah berkembang bertahap sebagaimana di dalam surat An Nahl ayat 78 “Allah berikan kita pendengaran, penglihatan, pemahaman…” . Indra pendengaran berkembang lebih dulu terutama di usia 2 tahun atau 24 bulan pertama. Usia thulufiyah sughro, usia anak lebih banyak menyerap pengetahuan dari pendengaran mereka. Oleh karena itu ini adalah fase penting untuk memperbanyak mentasmi’ atau memperdengarkan mereka dengan kalimat-kalimat thoyyibah (seperti Al-Qur’an, dzikir, lafzhul jalalah Allah, dll). Kemudian penglihatan, optimal di usia 2 sampai 7 tahun, maka anak disebut sebagai sosok peniru. Metode belajar mereka adalah meniru, mimikri dan menduplikasi.
    3. Suka membantah. Ketika mempunyai anak usia di bawah 7 tahun yang suka ngeyel dan membantah, jangan langsung beranggapan anak ini kurang ajar atau anak durhaka. Jangan punya pandangan seperti itu. Ketika mereka berbuat seperti ini (‘inaad), ini adalah bagian fase perkembangan mereka. Mereka sedang belajar mengenal dan menjajaki selain dirinya, belajar memahami emosi, perasaan, keinginan, hasrat, ego, dan semisalnya pada dirinya. Pada usia ini, Allah mengangkat al-qolam, artinya ketika mereka berbuat dosa, sejatinya mereka masih belum berdosa, kewajiban orang tua untuk mengarahkan dan mendidik mereka. Usia ini dicirikan dengan sifat egosentris, mereka selalu ingin mendapatkan perhatian, ingin menjadi pusat perhatian, dan cenderung ingin menang sendiri. Akan tetapi kita harus bersabar. Kita harus menghindarkan cara-cara keras yang dapat menyakiti anak, menghindari mengomeli, membentak, meghardik dan lebih memberikan toleransi selama bukan dalam perkara yang prinsipil atau diharamkan.
    4. Belum bisa membedakan benar dan salah. Anak usia ini belum bisa memahami konsep benar-salah, karena  memang belum memasuki fase mumayyiz.
    5. Banyak bertanya. Anak pada fase ini memiliki rasa ingin tahu yang sedang besar-besarnya. Kita harus bersabar, berusaha terus menjawab dengan ilmu, dan tidak boleh sembarangan memberikan jawaban. Jangan sampai juga kita malah berkata ‘Sudah diam dulu!‘ atau ‘Cerewet banget sih‘ dsb. Hal seperti ini akan membunuh kreativitas dan kecerdasan anak. Karena pada usia ini, mereka ingin mengeksplor sesuatu dengan indra-indra yang telah Allah karuniakan.
    6. Ingatan yang sangat tajam. Usia di bawah 7 tahun ini, memori anak begitu kuat, sehingga mereka dikatakan seperti spons. Daya hafal anak sangat kuat dan kemampuan menyerap kata-kata sungguh luar biasa. Tapi bahayanya, mereka bisa menyerap apapun yang ada di sekitarnya. Maka, orang tua harus ingat untuk berhati-hati dalam mengucapkan apapun terutama di hadapan anak, apalagi sampai menyakiti perasaan anak. Orang tua juga hendaknya lebih kreatif dalam mengekspresikan berbagai perasaan dengan bahasa, terutama bahasa ibu mereka. Ini memudahkan anak dalam memahami tiap pengalamannya.
    7. Senang dimotivasi. Mereka senang dipuji, didorong dan dimotivasi. Ketika mereka melakukan sesuatu yang baru, menarik atau baik, hendaknya kita apresiasi dan puji mereka, kita dorong dan motivasi, mereka akan senang dan lebih bersemangat.
    8. Senang bermain dan bercanda. Ini adalah sifat, tabiat dan karakter anak-anak, bahkan kebutuhan mereka. Pada usia ini mereka membutuhkan canda tawa, bergembira dan hiburan. Maka sebagai orang tua pada fase ini hendaknya tidak terlalu kaku dan sesering mungkin menciptakan suasana gembira bagi anak. Ini akan meningkatkan bonding kita kepada anak.
    9. Senang berkompetisi. Coba pada fase ini, orang tua bermain bersama anak dengan menjadi kompetitornya, baik itu lomba lari, lompat, sembunyi dan yang lain. Mereka akan lebih senang, lebih giat dan lebih bersemangat.
    10. Senang berfikir dan imajinatif. Mereka masih suka mengkhayal dan belum bisa membedakan secara nyata antara realita dan imajinasi. Maka hati-hati menceritakan atau mempertontonkan sesuatu kepada anak, karena mereka bisa percaya begitu saja.

Demikian karakteristik anak usia di bawah 7 tahun dan ciri-ciri yang harus kita pahami. Setelah mereka melewati masa ini, mereka akan menuju masa mumayyiz dan sedikit demi sedikit karakteristik dan sifat-sifat mereka akan berubah. Insyaallah semoga ringkasan mengenai karakteristik anak di masa mumayyiz bisa saya tuliskan di artikel selanjutnya.

Tulisan ini sebagai media belajar dan pengingat diri sendiri. Pengetahuan yang mungkin pada masa orang tua kita, ilmu-ilmu seperti ini sulit diakses. Maka jika ada kurangnya pada pendidikan orang tua kita, segeralah kita bisa memaafkan dan mempersiapkan diri menjadi orang tua yang terbaik yang bisa kita usahakan. Semoga tulisan ini bermanfaat, bagi para orang tua, calon ibu, calon ayah, termasuk yang akan mempersiapkan diri untuk menikah ❤

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s